SIBOLGA – Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026, PT Pelindo (Persero) Regional 1 Sibolga menggelar kegiatan Sosialisasi Awareness K3 bagi seluruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dan petugas operasional Jumat 06/02-2026.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan Pelabuhan Sibolga.
Sosialisasi tersebut dilaksanakan di Pelabuhan Sibolga sebagai upaya meningkatkan pemahaman pekerja terhadap potensi risiko kerja, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang aman, tertib, dan produktif.
Dalam kegiatan ini, turut hadir Mewakili dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Sibolga yakni Bapak Narhan Harahap dan Ibu Zubaidah, General Manager PT Pelindo (Persero) Regional 1 Sibolga Bapak Muhammad Ikhlas, Pengurus Koperasi TKBM dan seluruh anggota TKBM.
Para peserta dibekali pemahaman mengenai potensi bahaya di area pelabuhan, pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap dan benar, serta penerapan prosedur kerja aman dalam setiap aktivitas bongkar muat. Selain itu, disampaikan pula materi terkait pencegahan kecelakaan kerja, respons awal dalam kondisi darurat, serta peran aktif pekerja dalam menjaga keselamatan diri dan rekan kerja.
General Manager, Muhammad Ikhlas menyampaikan, “Menerapkan dan mengutamakan K3 dalam bekerja adalah hal yang sangat penting. Kita semua harus memiliki persepsi yang sama bahwa K3 merupakan hak pekerja sekaligus bagian dari budaya kerja. Oleh karena itu, K3 bukan hanya pemenuhan aturan, tetapi harus tumbuh dari kesadaran bersama,”
PT Pelindo (Persero) Regional 1 Sibolga terus didukung oleh KSOP maupun TKBM serta seluruh jajaran dalam meningkatkan pembelajaran serta penerapan K3 di lingkungan kerja pelabuhan.
Sementara itu, General Manager PT Pelindo (Persero) Regional 1 Sibolga, Muhammad Ikhlas, berharap kegiatan sosialisasi K3 dapat dilaksanakan secara rutin guna meningkatkan kualitas pelayanan yang optimal dan prima bagi para pengguna jasa Pelabuhan Sibolga.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama. Penguatan budaya keselamatan kerja sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menyediakan layanan kepelabuhanan yang andal, aman, dan berkelanjutan,” kata Muhammad Ikhlas mengakhiri.(JN)





