SIMALUNGUN, ArmadaNews.id – Jembatan penghubung Serbalawan Amansari, Dolok Mainu dan Padang Mainu yang nyaris ambruk ternyata sudah dua tahun diajukan untuk perbaikannya dalam Musrembang.
Namun kini, jembatan yang terletak dekat Mesjid Al Huda Perluasan Serbalawan, Kecamatan Dolok Batunanggar, Kabupaten Simalungun rusak akibat tergerus hujan tersebut rusak parah dan nyaris ambruk.
LPM Kelurahan Serbalawan, Zulpan Sinaga, Senin (06/07/2020) mengatakan, pihak kelurahan juga sudah menyurati PUPR Kabupaten Simalungun dari hasil Musrembang di tahun 2018 dan 2019, namun tidak kunjung ada perbaikan. “Tapi menunggu hancur baru jadi perhatian,” kata Zulpan Sinaga.
Zulpan berharap keuangan Pemkab Simalungun dapat menampungnya karena sudah empat tahun yang lalu dikasih persoalan jembatan penghubung tersebut diwanti-wanti.

Sementara Anggota DPRD Simalungun dari partai PKS, Usmayanto kepada ArmadaNews, Senin (06/07/2020), menyarankan agar melakukan duduk bersama para tokoh masyarakat dan Forkopinca Kecamatan Dolok Batunanggar.
“Agar membuat proposal yang diketahui oleh Kepala BPBD Simalungun dan ditujukan ke Gubsu c/q Kepala BPBD pProvinsi Sumatera Utara, lengkap dengan foto banjir penyebab rusaknya jembatan. Selanjutnya melalui Kepala BPBD Simalungun minta pada Bupati Simalungun menyurati BPBD Sumut agar jembatan tersebut dapat dibangun akibat banjir,” kata Usmayanto.
Hal ini dikatakan Usmayanto disampaikan BPBD Sumut ketika anggota DPRD Simalungun kunker ke BPBD Sumut.
Terpisah, Camat Dolok Batunanggar Susilo. SH saat dikonfirmasi di ruangannya, Senin (06/07/202) menerangkan, terkait jembatan tersebut sudah dilaporkan pihak Lurah Serbalawan Lasma Damanik dengan mengajukan ke Pemkab, boleh tidak anggaran dana kelurahan bantuan APBN digunakan untuk perbaikan jembatan.
“Tetapi sampai saat ini belum ada jawaban,” Ujar Susilo. (oji)





