Armada News
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Regional
    • Pematangsiantar
    • Simalungun
    • Samosir
    • Tebing Tinggi
    • Medan
    • Batu Bara
    • Sibolga
    • Tapanuli Utara
    • Asahan
    • Labuhan Batu
    • Sidempuan
    • Tapanuli Selatan
  • Dunia
  • Politik
  • Pilkada
  • Uang
  • Kolom
  • Seleb
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Regional
    • Pematangsiantar
    • Simalungun
    • Samosir
    • Tebing Tinggi
    • Medan
    • Batu Bara
    • Sibolga
    • Tapanuli Utara
    • Asahan
    • Labuhan Batu
    • Sidempuan
    • Tapanuli Selatan
  • Dunia
  • Politik
  • Pilkada
  • Uang
  • Kolom
  • Seleb
No Result
View All Result
Armada News
  • News
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
HomeRegional
Josua memegang batu hitam yang jatuh dari langit

Josua memegang batu hitam yang jatuh dari langit

Benda Angkasa Berupa Batu Hitam Jatuh Timpa Rumah Josua Hutagalung di Tapteng

Penulis:Armadanews.id
3 Agustus 2020 | 13:54 WIB
inRegional

TAPTENG, ArmadaNews.id -Warga Dusun Sitahan Barat, Desa Satahi Nauli, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, mendadak heboh, setelah benda angkasa berupa batu hitam jatuh mengenai rumah Josua Hutagalung (33), Sabtu (01/08/2020) sore.

Peristiwa itu pun dipublikasikan Josua Hutagalung lewat video dan foto di akun Facebooknya, Minggu (02/08/2020).

Josua yang sehari-hari bekerja sebagai pembuat peti mati di Kolang menuturkan, fenomena alam yang dialaminya adalah peristiwa langka. Karena dari sekian luas bumi, kenapa harus di samping rumahnya batu tersebut jatuh.

“Ini adalah fenomena alam yang kami yakini membawa keberuntungan bagi keluarga kami. Pasalnya, begitu luas bumi ini, kenapalah harus ke rumah kami ini batu itu jatuh,” sebut Josua, Senin (03/08/2020).

Dikatakan Josua, terjadinya peristiwa itu pada Sabtu (01/08/2020), saat dirinya sedang bekerja membuat peti mati. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh di langit.

Warga sekitar menduga bahwa itu adalah suara petir. Berselang sekitar setengah jam terdengar benturan keras menghantam seng rumahnya yang mengakibatkan terjadinya getaran.

“Saya kaget dan langsung berlari melihat apa yang terjadi bersama istri. Setelah kami lihat ke samping rumah, atap rumah kami bocor dan berlobang bulat. Merasa penasaran, kemudian kami memeriksa lokasi sekitar samping rumah, dan kami dapati tanah sudah berlobang dengan kedalaman sekitar 15 cm atau sekitar sejengkal orang dewasa,” jelasnya.

Akhirnya mereka pun langsung menggalinya dan mendapati bongkahan batu hitam yang masih panas yang beratnya sekitar 2,2 kg. Dan anehnya air yang ada di sekitar batu terhisap dan kering.

Benda Angkasa Berupa Batu Hitam Jatuh Timpa Rumah Josua Hutagalung di Tapteng
Benda angkasa berupa batu hitam yang jatuh dari langit

“Kami yakin benda angkasa ini adalah sisa benturan meteor yang terjadi di angkasa dan jatuh ke bumi. Dan kami yakini batu ini adalah pertanda baik bagi kami dan juga bagi desa kami ini,” kata ayah dua orang anak itu.

Selain jatuh di samping rumah Josua, serpihan benda angkasa itu pun terjadi di sekitar persawahan di desa yang sama. Lokasinya sekitar 1 KM dari rumah Josua.

Hal itu disampaikan Josua ketika malam harinya ia melihat postingan di Facebook, bahwa ada juga serpihan batu yang sama jatuh di sekitar persawahan.

“Dalam video yang diunggah di akun Facebook itu saya lihat ukuran batunya kecil-kecil, karena sudah dalam bentuk serpihan. Dan jumlahnya juga sedikit. Sekali lagi kami yakini bahwa ini adalah pertanda baik, dan mungkin baru kali ini terjadi di Tapanuli Tengah ini,” tandasnya.

Karena sudah diunggah di media sosial, warga pun ramai mendatangi kediaman Josua, termasuk Camat Kolang juga sudah ke sana.

“Banyak sudah yang datang ke rumah kami ini termasuk bapak Camat. Banyak yang bilang bahwa fenomena ini membawa keberuntungan. Mudah-mudahan demikian, karena batu itu masih panas sejak kami temukan sekitar pukul 17.00 WIB sampai dengan pukul 21.00WIB. Dan anehnya batu ini lengket kalau ditempeli ke magnet,” kata Josua.

>> Ditawar 200 Juta
Peristiwa fenomena alam yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, tepatnya di Dusun Sitahan Barat, Desa Satahi Nauli, Kecamatan Kolang, tanggal 1 Agustus 2020, terus ramai dibahas warga termasuk netizen. Karena menurut mereka, bahwa peristiwa itu merupakan peristiwa langka, apalagi terjadi pada sore hari.

Karena kenunikan peristiwa itulah, sudah ada warga yang menawar batu milik Josua Hutagalung itu seharga Rp200 juta.

“Kemarin sudah ada yang minta batu ini seharga Rp200 juta, tapi saya jawab batu itu gak saya jual. Saya gak tahu apakah mereka serius atau tidak,” ungkap Josua.

Dikatakan Josua, batu yang jatuh dari langit itu disimpan dan dijaganya dengan baik. Pun seumpamanya ada yang menawar dengan harga yang cocok, ia tidak mau menjual seutuhnya.

“Kalau seumpamanya ada yang beli batu itu dengan harga yang lebih, hanya sebagian yang saya jual. Artinya, harus ada tetap tinggal sama kami. Jadi kalau seutuhnya, saya tidak jual, biar saya simpan saja, karena itu menjadi sejarah yang sangat berharga bagi kami,” katanya.

Sebelum terjadi peristiwa langka itu, Josua dan keluarganya tidak ada memiliki firasat aneh. Demikian juga dengan tanda-tanda lewat mimpi. Semuanya berjalan seperti biasa.

“Tidak ada tanda-tanda, semua berjalan biasa saja. Makanya kami berkeyakinan dengan kehadiran batu ini, ada harapan dan doa yang kami panjatkan kepada Tuhan, agar apa yang kami harapkan bisa tercapai,” jawabnya.

Ditanya apa kira-kira yang diharapkan, Josua mengakui, dia menginginkan anak perempuan.
“Saya ingin anak perempuan, karena anak saya dua-duanya adalah laki-laki. Jadi pingin anak perempuan. Mudah-mudahan keinginan kami terkabul,” jawabnya.

Josua yang sehari-hari bekerja sebagai pembuat peti mati itu pun sangat yakin, bahwa batu yang didapatnya itu membawa rezeki baginya. Pasalnya batu itu tidak merusak rumah mereka, melainkan hanya seng samping rumah, itu pun hanya sedikit.

“Kalau memang batu itu pertanda buruk, bisa saja batunya menghantam bagian tengah rumah, atau mengenai anggota keluarga kami. Tetapi batu itu jatuh di pinggir atap rumah, dan tertanam ke tanah. Makanya saya yakin, bahwa batu itu pertanda baik karena tidak ada melukai atau merusak rumah kami,” bebernya. (sumber:Antara)

Lanjutkan Membaca

Pakpak Bharat

Syukuran Kenaikan Pangkat Anggota Polsek Kerajaan Bripka Antoni Sinaga

Penulis:Armadanews.id
9 Juli 2026 | 09:34 WIB

PAKPAK BHARAT-- Syukuran kenaikan pangkat Bripka Antoni Sinaga, SH pada hari Rabu (08/07/2026). Syukuran kegiatan yang seyogianya dilakukan pada 1...

Read moreDetails
Andrew T Panjaitan Terpilih Aklamasi Pimpin DPC PJS Kota Pematangsiantar
Pematang Siantar

Andrew T Panjaitan Terpilih Aklamasi Pimpin DPC PJS Kota Pematangsiantar

Penulis:Armadanews.id
8 Juli 2026 | 09:35 WIB

SIANTAR – Andrew T. Panjaitan, ST, resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pro Jurnalismedia Siber (PJS)...

Read moreDetails
Soemardi Sinaga: “Jawab Jujur, Sensus Ekonomi 2026 Dijamin 100% Aman”
Simalungun

Soemardi Sinaga: “Jawab Jujur, Sensus Ekonomi 2026 Dijamin 100% Aman”

Penulis:Armadanews.id
7 Juli 2026 | 14:00 WIB

SIMALUNGUN — Tahap Sensus Ekonomi 2026 di Haranggaol telah dimulai. Sejak 15 Juni 2026, para pendata di seluruh Indonesia sudah...

Read moreDetails
Kasus Penganiayaan di Asrama YTBS Menguak, Tiga ABH Diadili, Korban Berikan Keterangan di PN Balige
Toba

Kasus Penganiayaan di Asrama YTBS Menguak, Tiga ABH Diadili, Korban Berikan Keterangan di PN Balige

Penulis:Armadanews.id
7 Juli 2026 | 09:51 WIB

TOBA -- Pengadilan Negeri (PN) Balige kembali menggelar sidang perkara dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak yang melibatkan tiga Anak...

Read moreDetails

Berita Terbaru

Pakpak Bharat

Syukuran Kenaikan Pangkat Anggota Polsek Kerajaan Bripka Antoni Sinaga

9 Juli 2026 | 09:34 WIB
Pematang Siantar

Andrew T Panjaitan Terpilih Aklamasi Pimpin DPC PJS Kota Pematangsiantar

8 Juli 2026 | 09:35 WIB
Simalungun

Soemardi Sinaga: “Jawab Jujur, Sensus Ekonomi 2026 Dijamin 100% Aman”

7 Juli 2026 | 14:00 WIB
Toba

Kasus Penganiayaan di Asrama YTBS Menguak, Tiga ABH Diadili, Korban Berikan Keterangan di PN Balige

7 Juli 2026 | 09:51 WIB
Pakpak Bharat

Bupati Pakpak Bharat Hadiri Kunker Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Kementerian Pertanian

6 Juli 2026 | 15:11 WIB
Pakpak Bharat

Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor Pimpin Apel Gabungan Awal Bulan Juli

6 Juli 2026 | 09:55 WIB
Pakpak Bharat

Sekda Pakpak Serahkan Akta Kematian Alm Sabar Manik, Anggota DPRD Kabupaten Pakpak Bharat

30 Juni 2026 | 12:26 WIB
Pakpak Bharat

Tim Taekwondo Pakpak Bharat Berhasil Mencuri Poin Pada Ajang Sumut Nasional Taekwondo Championship 2026

30 Juni 2026 | 12:21 WIB
Pakpak Bharat

Sekda Pakpak Bharat Membuka Orientasi PPPK Tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat

30 Juni 2026 | 12:16 WIB
Medan

Ipunk Tegaskan tidak Ada Belanja BBM Fiktif, Minta Media Kedepankan Akurasi dan Verifikasi

30 Juni 2026 | 07:09 WIB
Simalungun

Bupati Simalungun Hadirkan Pelayanan Terpadu di Kecamatan Bandar Masilam

29 Juni 2026 | 19:04 WIB
Pakpak Bharat

Pemkab Pakpak Bharat Gelar Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional Ke-33 

29 Juni 2026 | 16:01 WIB

barakbarakbarakbarakbarakbarak

  • Redaksi
  • Terms
  • Policy
  • Pedoman
PT. Putra Armada Defran
Jalan Handayani II, Bah Kapul, Sitalasari, Pematang Siantar

© 2026 Armada News ID

rotasibarakberita hari inidanau toba

No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Regional
    • Pematangsiantar
    • Simalungun
    • Samosir
    • Tebing Tinggi
    • Medan
    • Batu Bara
    • Sibolga
    • Tapanuli Utara
    • Asahan
    • Labuhan Batu
    • Sidempuan
    • Tapanuli Selatan
  • Dunia
  • Politik
  • Pilkada
  • Uang
  • Kolom
  • Seleb

© 2026 Armada News ID

rotasibarakberita hari inidanau toba

No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Regional
    • Pematangsiantar
    • Simalungun
    • Samosir
    • Tebing Tinggi
    • Medan
    • Batu Bara
    • Sibolga
    • Tapanuli Utara
    • Asahan
    • Labuhan Batu
    • Sidempuan
    • Tapanuli Selatan
  • Dunia
  • Politik
  • Pilkada
  • Uang
  • Kolom
  • Seleb

© 2026 Armada News ID

rotasibarakberita hari inidanau toba