SIMALUNGUN, ArmadaNews.id –
Kondisi jalan penghubung sembilan dusun di Nagori Urung Purba dan Seribu Jandi Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun sangat memprihatinkan
Salah seorang warga, J Turnip, Sabtu (22/08/2020) sekira pukul 15.30 wib, mengatakan kondisi jalan bagaikan kubangan kerbau ini diperkirakan sepanjang 17 Km menghubungkan sembilan dusun.
“Kondisi ini sudah terjadi selama 10 tahun terakhir dan membuat aktifitas masyarakat terganggu,” kata Turnip.
Sembilan dusun itu meliputi Gajapokki, Pardamean, Ujung Purba, Marihat, Kampung Baru, Seribu Jandi, Taptapan, Bulu Maganjang dan Sipolin dengan jumlah penduduk sekira 1000 KK.
Di wilayah itu terhampar luas areal pertanian hortikultura milik warga. Saat panen raya tiba, produksinya mencapai ratusan ton.

“Saat memasarkan hasil pertanian itu, kami selalu memperoleh harga terendah. Misalnya harga cabai di pajak Rp 70 ribu ribu, di daerah kami ini hanya Rp 50 ribu. Kalau harga kol Rp 800, di sini tidak laku atau tidak ada yang mau membeli. Itu semua karena kondisi jalannya mengalami kerusakan cukup parah,” kesalnya.
Selain kesulitan memasarkan barang, pelajar SMP dan SMA pun harus berangkat ke sekolah pukul 05.00 WIB, karena waktu tempuh mencapai 2,5 jam lantaran jalannya rusak. Seandainya jalan bagus, waktu tempuh hanya berkisar 15 sampai 20 menit. Hal ini membuat anak sekolah tidak bisa lagi membantu orangtua ke ladang karena tiba di rumah setelah pulang sekolah sudah pukul 17.00 WIB.
“Penderitaan ini sudah kami alami selama 10 tahun. Kiranya Pemkab Simalungun melalui dinas terkait membuka mata agar jalan penghubung 9 dusun ini di aspal supaya aktifitas warga berjalan lancar, sehingga kesejahteraan masyarakat secepatnya terwujud”, cetusnya.
Dikatakannya, ketika musim penghujan jalan akan menjadi becek sedangkan pada musim kemarau akan berdemu. Ditambah lagi aspal yang mengkelupas mengharuskan pengemudi kenderaan harus ekstra hati-hati.
“Kita ketahui juga bahwa jalan ini cukup rusak, namun begitupun perhatian dari pemerintah belum terlihat untuk memperbaikinya,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan H Purba yang setiap hari melintas di jalan tersebut harus estra hati-hati karena kondisi jalan yang kupak kapik belum juga ada perbaikan.
“Tiap hari kerusakan jalan semakin parah saja, sehingga untuk melintas dijalur yang aspalnya tinggal bebatuan kecil, saya harus berhati – hati jika tidak ingin terjatuh, untuk itulah sangat mengharapkan untuk dinas terkait memperjuangkan anggaran untuk pembangunan jalan ini, agar trasportasi menjadi lancar,” lanjutnya.
“Sudah sangat lama jalan ini tidak juga diperbaiki, padahal ini merupakan akses transportasi penting. Dinas terkait seharusnya memprioritaskan perbaikan jalan tersebut,” katanya mengahiri. (Gir)





