SIANTAR, Armadanews.id |
Lokasi Jalan Vihara, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Pematangsiantar mendadak heboh. Pasalnya, seorang pria tiba-tiba meninggal dunia saat sedang pangkas di Pangkas Sempati Hair Cut 2, Selasa (05/01/2021) sekira pukul 10.15 WIB.
Informasi yang dihimpun, pria malang tersebut Denni Siregar (53) warga Jalan Kol, Kelurahan Kebun Sayur, Kecamatan Siantar Timur. Saat dipangkas, pria bertubuh tambun itu tiba-tiba mengalami kejang dan kemudian tubuhnya tidak bergerak lagi.
Saat itu, suami dari Boru Sidabutar itu yang merupakan salah satu langganan pangkas meminta untuk dipangkas cepak. Namun, saat permintaannya belum selesai, Denni Siregar terlebih dahulu menghembuskan nafas terakhirnya.

Informasi dihimpun, sebelum kejadian awalnya korban datang mengendarai kereta Honda Supra X plat BH 6485 MJ menuju ke tempat kejadian perjara (TKP). Setibanya di lokasi, korban terpaksa menunggu giliran karena adanya antrian.
Karyawan Pangkas, Haris Gulu mengatakan, saat korban datang sempat melihatnya batuk-batuk. “Kebetulan masih ada orang lain yang saya pangkas. Jadi menunggulah bapak itu di kursi. Sempat kulihat batuk-batuk sambil megang dada,” kata Haris Gulu yang memangkas rambut korban.

Masih kata Haris, setelah giliran korban tiba. Dia kembali menyuruh korban untuk duduk di kursi sembari menanyakan model pangakasan. Saat itu Korban pun menjawab, dirinya minta di pangkaskan model cepak.
Namun, saat masih setengah, korban batuk lagi dan langsung meninggal. “Masih setengah rambutnya saya Pangkas. Batuknya bapak itu semakin parah, tapi nggak keluar-keluar dahaknya. Disitu langsung lemas dan posisinya tidak tegak lagi. Badannya juga dingin, sehingga saya cek nadinya sudah tidak berdenyut lagi bang,” sebutnya.
Terkejut dengan hal itu, Haris Gulu langsung memanggil tokenya yang bernama Hotlan Tamba yang saat itu sedang tiduran di lokasi pangkas. Ketika sudah terbangun, Hotlan kemudian beranjak lalu meminta karyawannya untuk memanggilkan keluarga korban yang memang telah saling dikenal.
“Karena saya kenal sama korban, keluarganya langsung kita panggil kemari dan tempat Pangkas kita ini kita tutup setangah. Sebagian pengunjung tadinya lumayan ramai sih, menjadi bepergian karena adanya Pak Denni yang meninggal mendadak,” ujar Hotlan.
>> Keluarga Menjerit Histeris
Pantauan di lokasi, istri korban Boru Sidabutar bergegas ke lokasi dan melihat suaminya telah terbujur kaku langsung menjerit histeris.
Tak kuasa menahan rasa sedih. Boru Sidabutar jatuh tak sadarkan diri, sehingga warga membawanya menjauhi lokasi kejadian.
>> Mengidap Penyakit Jantung
Abang kandung korban, Ridwan Siregar (59) yang berada di lokasi menyebutkan, bahwa adiknya memang mengidap penyakit jantung. “Dia ini adik kandung saya, tukang parkir di Jalan Sutomo. Memang sudah lama dia alami Jantung dan ini lah yang terjadi,” katanya sedih.
Sementara Personil Satlantas Polres Siantar bersama jajaran Polsek Siantar Selatan yang tiba di lokasi langsung mengamankan TKP serta mengatur arus lalu lintas yang sempat macat.
Dalam proses evakuasi, kepolisian mengalami sedikit kesulitan. Akibat anak korban memaksa masuk melihat jasad ayahnya di ruang pangkas. Setelah itu personel polsek perlahan menenangkan anak korban.
“Untuk dugaan sementara, kita menduga korban mengalami sakit jantung dan itu masih kita dalami,” ujar Iptu Bostan Simangunsong, Kanit Reskrim Polsek Siantar Selatan.
Lebih lanjut Bostan menyatakan, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi. Karena menganggap kejadian itu murni penyakit Jantung.”Keluarganya minta korban langsung dibawa kerumah. Jadi mereka kita suruh nanti untuk buat surat pernyataan tidak keberatan,” kata Iptu Bostan Simangunsong mengakhiri. (ds)





