MEDAN, Armadanews.id | Forum Wartawan Polri (FWP) Polda Sumatera Utara berharap Presiden Jokowi merespon dengan cepat keluhan wartawan di Sumatera Utara (Sumut), soal ancaman dan intimidasi oleh kelompok mafia.
Ketua FWP Zulkifli mengatakan, hari ini, Marsal Harahap, salah satu wartawan yang kerap memberitakan soal perjudian dan narkoba tewas ditembak orang tak dikenal (OTK).
“Kami tak tahu mau ngadu kemana lagi Kalau ngadu ke kantor polisi sudah berulang-ulang, tapi tak pernah ada pelaku yang ditangkap. Tak ada efek jera bagi para pelaku teror terhadap wartawan. Hari ini satu lagi rekan kami tewas ditembak, kami sangat berduka dengan kejadian ini,” ujar Ketua FWP, Zulkifli.
Mengapa harus mengadu ke Presiden? Menurut Zulkifli, persoalan di Sumut ini sudah sangat komplek. Seluruh peristiwa sudah saling terkait, mata rantai dalam jaringan mafianya, semakin kuat mencengkram. “Ini hanya bisa diatasi oleh Presiden, melalui Panglima TNI dan Kapolri,” katanya.
Diharapkan Zulkifli, Presiden harus benar-benar serius merespon keluhan para wartawan di Sumut ini. Sebab, profesi wartawan adalah penyambung lidah rakyat. Sebab rakyat tak akan bisa langsung mengadukan nasibnya kepada Presiden jika tidak melalui perantara wartawan. “Kalau wartawan pun sudah terancam, bagaimana lagi rakyatnya. Karena itu saya berharap Presiden segera respon keluhan kami ini,” ujarnya lagi.
Kabar duka untuk wartawan hari ini datang dari Pematang Siantar. Marsal Harahap, tewas bersimbahdarah sebelum sempat dilarikan ke rumah sakit. Sebelum tewas, Marsal kerab memberitakan soal perjudian dan narkoba di wilayah Pematang Siantar. “Dia ditembak pagi tadi sekira pukul 03.00 WIB,” beber Zulkifli. (iskandar)





