DAIRI, Armadanews.id | Komunikasi politik penting dikuasai kader-kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk menyampaikan hasil kerja untuk masyarakat dan berguna dalam menjaga dukungan publik.
Seperti disampaikan Bane Raja Manalu saat sebagai salah satu pemateri mengenai komunikasi politik dalam Pendidikan Kader Pratama DPC PDIP Kabupaten Dairi.
Alumni Universitas Indonesia itu telah menjadi pemateri di Sekolah Partai PDI Perjuangan sejak tahun 2015.
Bane menyampaikan, komunikasi politik penting dikuasai kader-kader PDI Perjuangan untuk menyampaikan hasil kerja untuk masyarakat dan berguna dalam menjaga dukungan publik.
“Komunikasi politik ini penting, bagaimana kita harus mengomunikasikan kebijakan Partai, yang selaras dengan program Presiden Jokowi serta kepala daerah dan anggota legislatif dari PDI Perjuangan untuk menjaga dukungan dari masyarakat. Salah satunya melalui media sosial,” ungkap Bane.
Putra daerah kelahiran Tomuan Dolok itu menuturkan, elektabilitas PDI Perjuangan selalu berada di atas berdasarkan survei sejumlah lembaga. Pada Januari 2022, elektabilitas PDI Perjuangan unggul jauh dibanding partai politik lainnya dengan 22,8 persen, berdasarkan survei Litbang Kompas.
“Besarnya dukungan masyarakat, itu yang membuat elektabilitas PDI Perjuangan kukuh di puncak. Momentum ini harus dijaga dengan menyampaikan hasil kerja dan program untuk rakyat secara tepat,” ungkap Bane.
Pendidikan Kader Pratama digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Dairi, Sumatera Utara selama tiga hari mulai tanggal 24-26 Pebruari 2022 mendapat apresiasi dari Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.
“Ini perintah DPP PDI Perjuangan, semua kader harus dibekali, calon-calon pemimpin dari PDI Perjuangan wajib mengikuti Sekolah Partai,” ujar Hasto, Sabtu (26/2/2022).
Sekolah Partai merupakan bagian dari sistem kaderisasi yang dibangun PDI Perjuangan untuk menempa para kadernya agar menjadi calon pemimpin terbaik untuk masyarakat.
Berbagai materi diberikan pada kader di Sekolah Partai, mengenai ideologi Pancasila, Trisakti dan Nawacita, tata kelola organisasi, analisis sosial dan perencanaan pembangunan desa, komunikasi politik, strategi pemenangan Pemilu, dan materi lain untuk menghasilkan calon pemimpin yang berproses dari bawah, untuk mengabdi pada bangsa dan negara Indonesia.
PDIP terus membekali kadernya di seluruh Indonesia melalui pendidikan di Sekolah Partai.
Konsolidasi dilakukan salah satunya sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2024. (Agus)




