WAY EPULAU ULU– Pemerintah Way Epulau Ulu membagikan bantuan beras cadangan pangan pemerintah(CPP) kepada 199 KPM di Balai Desa Way Epulau Ulu
Bantuan beras CPP dibagikan langsung oleh Peratin Pekon/Desa Way Epulau Ulu Akhmad Kasmanto, ST.
Turut juga hadir dalam acara tersebut Ketua LHP beserta apatur pemerintah Pekon Way Epulau Ulu, Babinsa, babinkamtibmas, pendamping desa, dan turut hadir juga Harjunaidi selaku kepala Puskesmas Balik Bukit yang juga turut mengisi acara tersebut dengan memberikan sosialisasi tentang bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD).
Dalam acara pembagian beras CPP salah seorang masyarakat Way Empulau Ulu menyampaikan banyak terimakasih kepada pemerintah Pekon Way Empulau Ulu, karena dengan adanya bantuan beras CPP terse dapat membantu ekonomi masyarakat. “Kami setidaknya dapat menghemat pengeluaran dengan adanya bantuan beras CPP dari pemerintah ini. Contohnya seperti kami kami penerima manfaat ini yang ekonominya masih terbilang rendah,” ujarnya.
Penyaluran bantuan beras CPP ini menjadi salah satu kegembiraan bagi masyarakat Pekon Way Empulau Ulu, karena menambah program dukungan dari pemerintah untuk mengurangi kemiskinan kerawanan pangan dan gizi buruk.
Peratin Way Empulau Ulu Akhmad Kasmanto ST dalam sambutan mengharapkan dengan adanya bantuan beras CPP ini dapat sedikit membantu perekonomian masyarakat khususnya di Pekon Way Empulau Ulu.
“Semoga segala bentuk bantuan yang disampaikan di masyarakat, betul-betul tepat sasaran dan tepat guna, benar-benar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Way Empulau Ulu,” ujarnya.
Masih di tempat yang sama, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi dari Kepala Puskesmas Balik Bukit Harjunaidi yang menyampai tentang bahaya dan penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD).
Dalam sambutannya Harjunaidi menyampaikan tentang bahaya DBD kepada masyarakat Way Empulau Ulu. Harjunaidi mengatakan DBD itu salah satu penyakit yang dapat membuat trombosit kita turun, pencegahannya ya itu dengan 3M menguras, menutup dan mengubur.
“Menguras kolam kotor, menutup bak-bak sampah dan menguburkan kaleng-kaleng atau botol bekas yang sekiranya akan menjadi tempat nyamuk bersarang. Mengaktifkan gotong royong dan menerapkan pola hidup sehat,” pungkasnya.(Iwan)





