WAY KANAN– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Way Kanan meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar seluruh anak usia pendidikan dasar, dari 7 hingga 17 tahun.
Program strategis ini akan dilaksanakan di seluruh Sekolah Dasar (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs), Sekolah Menengah Atas (SMA/MA), hingga Pondok Pesantren di Kabupaten tersebut, dimulai pada tahun ajaran baru 2025.
Langkah ini merupakan komitmen Pemkab Way Kanan dalam memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan, sekaligus mendukung visi-misi Presiden Terpilih 2024-2029 untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, saat membuka Pertemuan Peningkatan Layanan Kesehatan pada Usia Pendidikan Dasar di Ruang Buway Pemuka Pengiran Tuha, Kamis (17/07/2025).
“Setelah sebelumnya menyasar bayi, balita, hingga lansia di Puskesmas, kini di tahun ajaran baru kita perluas jangkauan dengan menyasar anak usia 7 hingga 17 tahun di sekolah dan pondok pesantren,” ujar Bupati Ayu.
Ayu menegaskan, program ini selaras dengan Misi ke-4 Asta Cita dan Program Prioritas ke-7 Presiden Terpilih yang berfokus pada penguatan SDM dan penjaminan layanan kesehatan bagi seluruh rakyat. Selain itu
Program ini juga menjadi implementasi langsung dari salah satu 8 Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win Presiden Prabowo Subianto, Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan, Srikandi,melaporkan bahwa pemeriksaan tahun ini akan lebih komprehensif dengan penambahan parameter skrining kesehatan yang hasilnya telah terintegrasi dalam Sistem Pelaporan CKG.
“Kegiatan ini tidak akan optimal tanpa dukungan semua pihak. Rapat koordinasi hari ini bertujuan untuk memperjelas peran setiap pemangku kepentingan, mulai dari dinas terkait, satuan pendidikan, hingga orang tua,” jelas Srikandi.
Tujuan utama program ini adalah mendeteksi dini masalah kesehatan melalui skrining anemia, penyakit menular, dan tidak menular, serta meningkatkan sinergi lintas sektor.
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan capaian SPM Kesehatan Way Kanan yang telah berhasil menjadi yang tertinggi di Provinsi Lampung.
Ayu pun menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut dan kolaborasi yang solid antar lembaga.
“Terima kasih kepada Dinas Kesehatan dan seluruh OPD terkait atas pencapaian luar biasa ini. Ini bukan sekadar pertemuan koordinatif, melainkan langkah nyata menuju terciptanya generasi Way Kanan yang sehat dan cerdas dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Pertemuan koordinasi tersebut dihadiri oleh 95 peserta yang terdiri dari perwakilan lintas sektor, kepala Puskesmas, serta penanggung jawab program dari seluruh Kabupaten Way Kanan.





