WAY KANAN— Pemerintah Kabupaten Way Kanan terus berupaya melakukan penurunan angka kemiskinan.
Selama kurun waktu lima tahun terakhir, angka kemiskinan di Way Kanan dilaporkan mengalami penurunan yang sangat signifikan, bahkan kini berada di bawah rata-rata persentase Provinsi Lampung.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Way Kanan, M. Badra Hakim, mengatakan persentase kemiskinan berhasil ditekan dari 13,09 persen pada 2021 menjadi 9,36 persen pada tahun ini.
“Ini adalah pencapaian yang membanggakan, sebab angka 9,36 persen ini sudah berada di bawah rata-rata provinsi Lampung yang saat ini sebesar 10 persen,” kata Badra Hakim, Kamis (2/10/2025).
Badra Hakim menjelaskan keberhasilan ini tak lepas dari strategi yang terstruktur dan koordinasi. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 53 Tahun 2021 tentang Tata Kerja Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), Bappeda ditunjuk sebagai sekretariat TKPK.
Sebagai sekretariat, Bappeda memiliki tugas vital, yaitu menyusun dokumen lima tahunan dan rencana aksi tahunan, serta berkoordinasi dalam tahap pelaksanaan dan pemantauan yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dia memaparkan tiga pilar utama strategi yang diterapkan Kabupaten Way Kanan dalam penanggulangan kemiskinan. Di antaranya, memastikan intervensi program tepat sasaran melalui pemanfaatan data yang valid dan mutakhir.
Kemudian, melakukan intervensi langsung berupa bantuan permodalan, peningkatan kapasitas, atau pengaturan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Way Kanan dan aktif bersinergi serta berkolaborasi tidak hanya dengan pemerintahan kampung (desa) tetapi juga menggandeng perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah kabupaten.
Sinergi dengan perusahaan dan pemerintah kampung ini, kata Badra, menjadi kunci untuk memastikan program penanggulangan kemiskinan memiliki daya ungkit yang kuat dan berkelanjutan, sehingga Way Kanan dapat terus menjaga tren positif penurunan angka kemiskinan di tahun-tahun mendatang. (Bahtiar/UIN)





