SIMALUNGUN-Di tengah dinamika pembangunan nasional, nama Dr. H. Anton Achmad Saragih, Bupati Simalungun, kian menonjol sebagai sosok kepala daerah yang tak hanya piawai membangun komunikasi strategis di tingkat pusat, tetapi juga turun langsung menjemput persoalan di lapangan.
Kombinasi antara diplomasi dan aksi nyata inilah yang menjadi ciri khas kepemimpinan Anton Saragih — pemimpin yang bergerak cepat, berpikir strategis, dan bekerja dengan hati.
Membuka Pintu Pusat Demi Jalan Rakyat
Rabu (15/10/2025), Bupati Anton melakukan audiensi penting dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Dody Hanggodo, di Gedung Kementerian PU RI, Jakarta.
Didampingi Kadis PUTR Hotbinson Damanik dan sejumlah pejabat daerah, Anton membawa agenda besar: mendorong percepatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Simalungun.
“Kami tidak datang untuk mengeluh, tetapi untuk memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan langsung ke pusat. Infrastruktur jalan adalah denyut nadi ekonomi rakyat,” tegas Bupati Anton Achmad Saragih dengan nada yakin.

Dalam audiensi itu, Anton memaparkan data faktual: dari 1.803,78 km jalan di Simalungun, hampir separuhnya masih belum mantap. Ia menjelaskan betapa terbatasnya kemampuan APBD yang hanya bisa mengalokasikan Rp145 miliar per tahun untuk sektor infrastruktur — angka yang jauh dari cukup untuk wilayah seluas Simalungun.
Kehadiran Bupati Anton di Jakarta bukan sekadar formalitas. Ia datang dengan proposal konkret, data akurat, dan argumentasi kuat yang membuat Kementerian PUPR memberikan respons positif.
Menteri Dody Hanggodo mengapresiasi langkah proaktif tersebut dan menyebut Simalungun sebagai daerah yang memiliki arah pembangunan jelas serta kepemimpinan yang komunikatif.
“Kami melihat Bupati Simalungun sangat aktif membangun komunikasi. Ini penting agar program pusat bisa bersinergi dengan kebutuhan daerah,” ujar Dody.
>> Dari Kantor Menteri ke Lokasi Longsor: Bupati yang Tak Hanya Bicara
Hanya sepekan berselang dari pertemuan di Jakarta, Bupati Anton langsung turun ke lapangan.
Pada Kamis (23/10/2025), ia bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah meninjau lokasi longsor yang memutus akses jalan provinsi di Dusun VI Buttu Ganjang, Nagori Siporkas, Kecamatan Raya.
Jalan yang menghubungkan Kecamatan Raya dengan Kecamatan Raya Kahean itu adalah jalur vital masyarakat — penghubung ekonomi, pendidikan, dan transportasi utama. Longsor akibat hujan deras yang terjadi sejak Februari membuat akses warga terputus total.

Namun, di bawah instruksi cepat Bupati Anton, Dinas PUTR Kabupaten Simalungun bersama masyarakat segera membangun jalan darurat.
“Atas perintah Bapak Bupati, kami menurunkan alat berat dan dump truck. Kini kendaraan hingga tiga ton sudah bisa melintas,” ujar Camat Raya, Septiaman Purba.
Saat berada di lokasi, Bupati Anton tak hanya meninjau, tetapi juga mendengarkan langsung keluhan masyarakat.
Seorang warga, Deli Saragih, mengungkapkan kesulitan petani memasarkan hasil panen akibat jalan putus.
Tanpa menunda, Bupati Anton langsung menginstruksikan Kadis PUTR Hotbinson Damanik untuk menambah alat berat dan segera berkoordinasi dengan provinsi.
“Segera kita laporkan ke provinsi, karena status jalan ini jalan provinsi. Kita pastikan warga bisa beraktivitas kembali,” tegasnya.
<< Kepemimpinan yang Bergerak dari Jakarta hingga Pelosok Desa
Kedua peristiwa ini memperlihatkan dua wajah kepemimpinan Dr. H. Anton Achmad Saragih:
? Negosiator ulung di pusat, yang mampu meyakinkan kementerian untuk mendukung pembangunan Simalungun.
? Pemimpin lapangan di daerah, yang hadir langsung di tengah warga ketika terjadi bencana dan memastikan solusi nyata berjalan.
Bupati Anton percaya bahwa pembangunan tak cukup dengan janji dan rapat, tetapi butuh langkah konkret yang dirasakan rakyat.
“Infrastruktur bukan hanya membangun jalan, tapi membuka harapan dan peluang bagi masyarakat Simalungun,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
>> Simalungun Hebat: Diplomasi Kuat, Aksi Nyata
Sinergi antara diplomasi dan eksekusi inilah yang kini menjadikan Kabupaten Simalungun sebagai contoh daerah dengan kepemimpinan progresif di Sumatera Utara.

Dari ruang rapat kementerian hingga medan longsor di desa, Anton Achmad Saragih menunjukkan bahwa pembangunan harus digerakkan dengan dua tangan — satu tangan menggandeng pusat, tangan lainnya merangkul rakyat.
Dengan kerja sama lintas sektor dan semangat gotong royong masyarakat, visi “Simalungun Hebat, Infrastruktur Kuat, Ekonomi Melaju” kini bergerak dari wacana menjadi kenyataan. (AN)





