ADVERTORIAL — Komitmen Pemerintah Kota Pematangsiantar dalam memperkuat nilai kepedulian sosial kembali ditegaskan melalui kehadiran langsung Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi SH MKn bersama Ketua TP PKK Ny Liswati Wesly Silalahi pada kegiatan Yatim Fest Ramadhan yang digelar Yayasan Abulyatama Indonesia Cabang Kota Pematangsiantar.
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan di Ruang Serbaguna Pemko Pematangsiantar, Minggu (22/02/2026), menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat semangat berbagi di bulan suci Ramadhan.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa perhatian terhadap anak-anak yatim bukan hanya tanggung jawab lembaga sosial, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah.
“Atas nama Pemerintah Kota Pematangsiantar, kami menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Abulyatama Indonesia atas terselenggaranya kegiatan ini. Anak-anak yatim adalah generasi penerus yang harus kita dukung bersama,” ujar Wesly.
Tidak hanya secara kelembagaan, Wesly juga menyatakan komitmen pribadinya untuk membantu kebutuhan pendidikan anak-anak yatim, seperti perlengkapan sekolah dan kebutuhan penunjang belajar lainnya.
“Jika ada kebutuhan seperti alat-alat sekolah, saya siap membantu secara pribadi. Silakan dikoordinasikan, nanti akan kami tindaklanjuti,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Wali Kota bersama Ny Liswati menyerahkan bantuan secara simbolis dan memberikan santunan pribadi kepada anak-anak yatim. Momen penuh haru terlihat saat keduanya memeluk anak-anak yatim, menerima sertifikat penghargaan, serta penyematan ulos sebagai simbol penghormatan dan kebersamaan.
Menurut Wesly, kepedulian terhadap anak yatim bukan sekadar aksi sosial, tetapi investasi jangka panjang bagi masa depan Kota Pematangsiantar.
“Perhatian yang kita berikan hari ini adalah investasi untuk masa depan kota yang kita cintai. Mereka berhak mendapatkan kasih sayang, pendidikan yang layak, dan kesempatan untuk tumbuh secara optimal,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa Pematangsiantar selama ini dikenal sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya, masyarakat tetap hidup berdampingan secara harmonis.
“Pematangsiantar adalah kota yang plural dan penuh keberagaman. Namun toleransi selalu terjaga dengan baik. Inilah kekuatan kita. Kegiatan seperti Yatim Fest Ramadhan bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga cerminan persatuan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Momentum Ramadhan, lanjutnya, menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas lintas komunitas. Pemko Pematangsiantar akan terus mendorong kegiatan kemasyarakatan yang mempererat persaudaraan dan memperkuat harmoni sosial.

Kepada anak-anak yatim yang hadir, Wesly berpesan agar tetap semangat dalam menempuh pendidikan dan berani bermimpi besar. Ia juga membagikan kisah inspiratif tentang putrinya yang kini menempuh pendidikan di University of Manchester dan tengah melakukan penelitian di bidang kesehatan.
“Jangan pernah berhenti bermimpi. Tetap semangat belajar dan raih cita-cita setinggi mungkin,” pesannya memberi motivasi.
Kegiatan Yatim Fest Ramadhan ini turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, pengurus yayasan, para donatur, serta masyarakat yang mendukung penuh gerakan kepedulian sosial tersebut.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Pematangsiantar menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam membangun kota yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat dalam nilai kemanusiaan, solidaritas, serta toleransi yang menjadi fondasi utama kehidupan bermasyarakat. (ADV)





