WAY KANAN – Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Way Kanan pada Selasa, (14/04/2026).
Kunjungan Bupati dilakukan untuk memastikan kualitas pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) berjalan prima, transparan, dan bebas pungutan.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Ayu berinteraksi langsung dengan sejumlah warga yang tengah mengurus dokumen. Ia mengecek detail proses pelayanan, mulai dari sistem pendaftaran hingga kecepatan penerbitan dokumen, baik yang diproses secara tatap muka (offline) maupun melalui sistem daring (online).
Kepala Dinas Dukcapil Way Kanan, Ade Cahyadi, menyampaikan apresiasi atas peninjauan yang dilakukan Bupati Way Kanan. Ade menyatakan kembali instruksi tegas Bupati bahwa seluruh pelayanan dokumen kependudukan di Way Kanan tidak dipungut biaya sepeser pun.
“Sebagaimana arahan beliau, kami tegaskan kepada seluruh masyarakat bahwa semua layanan di Disdukcapil adalah gratis. Tidak ada biaya tambahan atau pungutan liar dalam bentuk apa pun,” ujar Ade Cahyadi.
Selain memantau fasilitas fisik, Bupati Ayu Asalasiyah memberikan atensi khusus pada aspek digitalisasi pelayanan. Dia menginstruksikan agar Disdukcapil lebih masif dalam menyosialisasikan nomor layanan pengaduan dan kanal pendaftaran online.
Langkah ini diharapkan dapat memangkas tumpukan antrean fisik di kantor dinas, sehingga masyarakat tidak perlu menghabiskan waktu lama untuk mengurus dokumen.
“Ibu Bupati meminta agar akses informasi pendaftaran online diperluas. Tujuannya jelas, agar masyarakat semakin dimudahkan. Cukup dari rumah, dokumen bisa diproses,” jelasnya.
Pihak Disdukcapil berkomitmen segera menindaklanjuti arahan Bupati dengan memperluas jangkauan sosialisasi hingga ke tingkat kampung. Berbagai kanal media akan digunakan untuk menyebarkan alur pelayanan yang baru.
Melalui kunjungan ini, Disdukcapil Way Kanan diharapkan terus berinovasi dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel bagi seluruh lapisan masyarakat. (Bahtiar/UIN)





