SIMALUNGUN — Mangantar Napitupulu (60) warga Desa Batu Silangit Kecamatan Tapian Dolok bersama rombongan dari Gereja HKBP Purba Sari Jalan Medan datang ke Pantai Poro-Poro Danau Toba Salbe, Nagori Togu Domu Nauli, Kecamatan Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun untuk berwisata, Minggu (01/11/2026) sekira pukul 13.00 wib.
Rombongan gereja dengan menggunakan 1 (unit) kapal kayu berangkat menuju Goa Babaliang, sepulang dari Goa Babaliang mendekati Pantai Poro-Poro berjarak sekitar 15 meter dari garis pantai, korban Mangantar Napitupulu melompat dari atas kapal dan meminta kepada putrinya Putri Romaito Napitupulu (25) untuk memvideokan aksinya tersebut.
Istri korban Br Pangaribuan (65) warga Jalan Indah Sari Beringin Kelurahan Sinaksak Kecamatan Tapian Dolok Kabupaten Simalungun yang ikut dalam rombongan melarang korban, supaya jangan melompat karena sudah tua, namun korban tidak menjawab dan tetap melompat ke danau.
Melihat situasi korban yang kewalahan berenang, saksi Ramlan Simarmata (39) dan Cahyo Turnip (22) warga Salbe Nagori Togu Domu Nauli Kecamatan Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun
dengan menggunakan Banana Boat mendatangi korban hendak menolong dengan melemparkan tali kepada korban, namun korban tenggelam ke bawah, saksi berusaha menyelam tetapi sudah gelap dan tidak kelihatan lagi.
Sementara Pengelola Pantai Poro-Poro S Sihaloho mengupayakan penyelam dari Samosir setelah menurunkan kamera diketahui posisi korban berada di kedalaman -+ 20 meter, namun terkendala mengevakuasi karena tidak memiliki alat untuk menyelam.
Kapolsek Dolok Pardamean dan anggota bersama personil Koramil 15/SPA, perangkat Nagori Togu Domu Nauli turun ke TKP.
Kapolsek Dolok Pardamean AKP RESTUADI, S.H. dalam rilis pers menyebutkan masih berupaya menghubungi penyelam dari PT. Japfa dari Tamburea dan Basarnas dari Parapat.
Hingga saat ini upaya pencarian terhadap korban tetap dilakukan.





