TOBA, ArmadaNews.id |
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Provinsi Sumatera Utara dari Dapil X wilayah Tapanuli, Viktor Silaen meminta pihak Kepolisan Daerah Sumatera Utara (Poldasu) agar secepatnya mengungkap dalang tambang batu ilegal di Perbukitan Desa Siregar Aek Nalas, Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba.
Sebab penambangan galian C tersebut dianggap telah merusak ekosistem alam di seputar kawasan Danau Toba.
Hal itu disampaikan anggota DPRD Provsu Viktor Silaen kepada awak media melalui WhatsApp nya, Senin (19/4-2021)
” Tidak mungkin ada warga yang berani mencongkel batu di Perbukitan Desa Siregar Aek Nalas. Kalau tidak disuruh oknum tertentu atau mengaku pemilik lokasi tambang batu, oleh karena itu kita minta Poldasu segera menangkap ‘ dalangnya’ , dan jangan hanya pekerja saja yang diamankan,” ujarnya,
Viktor menduga bahwa pengerusakan ekosistem di Kawasan Danau Toba sudah cukup lama beraktifitas. Maka kerusakan alam itu harus dipertangungjawabkan oleh para mafia galian C ilegal tersebut.
“Para mafia telah mengambil keuntungan dari hasil tambang galian C ilegal tersebut, jadi kita minta diusut sampai tuntas, sehingga kasus penambangan batu terang benderang,” ucap Viktor.

Kader Golkar itu juga mengapresiasi kinerja Jajaran Kepolisan Resor Toba yang telah berhasil mengamankan 11 orang dan tiga unit Kapal motor yang di jadikan sebagai Kapal pengangkut batu ilegal.
” Langkah awal yang dilakukan Kapolres Toba sudah bagus, namum diperlukan penelusuran siapa saja dalang atau pengusaha yang merusak perbukitan pinggiran Danau Toba itu, karena tindakan mereka tidak bisa di tolerir, dan mari bersama menjaga kelestarian alam di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, ” ajak Viktor Silaen.
Ketika dikonfirmasi Direktorat Reserse Kriminal Khusus ( Ditreskrimsus ) Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Jhon Carles Nababan menyampaikan akan segera mengecek kebenaran informasi tersebut.
” Kami akan mengecek informasi tersebut, ” kata Dir Krimsus Polda Sumut Kombes Pol Jhon Carles Nababan melalui WhatsApp pribadinya. (Hery)





