TOBA, Armadanews.id |
Untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman dalam pendampingan kasus-kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Toba, Boru Toba Marsada (Botoma) menggelar pelatihan paralegal berspektif gender selama dua hari, di Kantor Botoma, Balige, Sabtu (15/5).
Hadir sebagai pemateri Komisioner Komnas Perempuan, Veryanto Sitohang dan Lawyer sekaligus Aktifis Perempuan, Sarma Hutajulu, SH.
Ketua Botoma, Rosanna Napitupulu mengatakan, pelatihan paralegal berspektif gender ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan anggota Botoma sebagai organisasi yang fokus dalam melakukan pendampingan terhadap perempuan dan anak.
“Pelatihan ini sangat kita butuhkan untuk meningkatkan kapasitas anggota Botoma dalam pendampingan kasus-kasus perempuan dan anak terutama di Kabupaten Toba,” ujar Rosanna.
Rosanna menuturkan, pelatihan paralegal dilakukan selama dua hari full time mulai pukul 09.00 hingga pukul 18.00. Di hari terakhir, seluruh peserta akan menerima sertifikat paralegal yang nantinya akan digunakan sebagai legalitas pendampingan kasus-kasus perempuan dan anak.
Komisioner Komnas Perempuan, Veryanto Sitohang mengatakan Komnas Perempuan mengapresiasi inisiatif Botoma melakukan pelatihan paralegal berperspektif gender.
Dikatakannya, Komnas Perempuan setiap tahun menerima kasus kekerasan terhadap perempuan dimana jumlahnya cenderung meningkat dan membutuhkan pendampingan untuk memastikan terpenuhinya hak perempuan korban kekerasan.
“Kehadiran Botoma yang mendeklarasikan dirinya sebagai lembaga layanan memiliki peranan strategis mewujudkan hak korban.
Komnas Perempuan sebagai lembaga negara HAM mendukung penguatan BOTOMA melalui peningkatan kapasitas pendamping dan program upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan lainnya. Semoga kehadiran Botoma berdampak terhadap korban dan masyarakat di Kabupaten Toba,” pungkas Veryanto. (Edu Antonius Nainggolan)





