TOBA, Armadanews.id |
Merasa terpukul dan kecewa, Jojor Napitupulu ibu dari JH terduga pelaku pembunuhan Lisbeth Marta Lena Butar Butar hanya bisa menangis anaknya menjadi buruan polisi.
Disambangi dikediamannya di Desa Lumban Lobu, Sabtu (29/05/2021) J Napitupulu yang juga rekan sepengajaran korban Lisbeth Marta Lena Butar Butar hanya bisa terus menangis saat diwawancarai.
J Napitupulu tidak menyangka anak angkatnya ini sampai tega berbuat sekeji itu terhadap tetangganya sendiri.
Napitupulu menjelaskan bahwa JH adalah anak angkat yang diasuhnya sejak bayi. “Kelakuannya sampai duduk di bangku SMP masih tergolong baik selama ini,” katanya terisak sambil menyeka air matanya.
J Napitupulu mengaku sangat terpukul tentang kejadian bahwa anak angkatnya menjadi buronan polisi karena membunuh tetangganya sendiri.
Dikatakannya, JH (15) masih duduk di sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) kelas 10 di salah satu sekolah swasta di Porsea.
Seperti diketahui, lima hari berlalu kejadian yang sempat menggemparkan di desa Lumban Lobu, Kabupaten Toba, kejadian yang tak akan bisa hilang dari ingatan masyarakat luas dan juga keluarga korban.
Dengan niat mencuri ke dalam rumah seorang guru sekolah dasar di Desa Lumban Lobu mengakibatkan hilangnya nyawa Lisbeth Martha Lena Butar Butar.
Tak disangka, pelakunya ternyata tetangga korban sendiri yang menjadi dalang pencurian tersebut dan sekaligus eksekutor pembunuhan terhadap Lisbeth Martha Lena Butar Butar.
JH (15) adalah dalang dari rencana pencurian di Rumah Lisbeth Martha Lena Butar-butar, Alhasil dengan niat ingin meraup harta Lisbeth Martha Lena Butar Butar yang ada kepergok korban di ruang tamu rumah korban, perlawanan sempat terjadi yang mengakibatkan tewasnya Lisbeth Martha Lena Butar Butar bersimbah darah di tangan pelaku, tusukan pisau secara bertubi-tubi dilancarkan JH (15) sebanyak 24 tusukan ke tubuh korban.
Setelah mengetahui korban sudah tidak berdaya, pelaku membuka pintu rumah depan meninggalkan korban dengan tidak bernyawa lagi. (Edu Antonius Nainggolan)





