TOBA, Armadanews.id | Diduga tidak terima putrinya menjalin hubungan asmara, K Sitorus tega menikam perut H Marpaung hingga berujung kematian.
Hal itu terkuak setelah Kepolisian Sektor Balige melakukan pengembangan beberapa pekan terakhir hingga menggelar rekonstruksi kasus penikaman yang mengakibatkan tewasnya H. Marpaung di warung kopi milik K. Sitorus.
Penikaman yang dilakukan K. Sitorus bermula dengan persoalan sepele. K. Sitorus menduga bahwasanya H. Marpaung ada berhubungan asmara dengan putrinya yang sedang duduk di bangku kuliah K br Sitorus.
Empat hari sebelum terjadi penikaman terhadap H. Marpaung, K. Sitorus menanyakan tentang dugaan hubungan asmara putrinya dengan H. Marpaung . Namun dengan tegas Putrinya membantah adanya hubungan asrama tersebut.
Berselang empat hari kemudian, tepatnya tanggal 23 Juni 2021, H. Marpaung singgah ke warung kopi K. Sitorus memesan teh manis.
Seperti biasanya, K. Sitorus membuat teh manis pesanan H. Marpaung ke dapur sambil mengambil sebilah pisau dapur.
Setelah memberikan teh manis pesanannya, tiba-tiba K. Sitorus menikam perut sebelah kiri H. Marpaung. Dengan terkejut H. Marpaung bertanya kepada K. Sitorus, “Kenapa kau tikam aku bapa Uda”.
Kedua saksi yang sedang duduk di samping H. Marpaung yang sedang menikmati minuman kopi terkejut dan melompat saat melihat aksi penikaman tersebut.
Saat itu, H. Marpaung Masih sempat berlari ke depan warung kopi untuk mendapatkan pertolongan.
Kedua saksi langsung melarikan H. Marpaung ke Puskesmas Tampahan untuk mendapatkan perawatan medis, karena luka tusukan pisau sangat dalam Petugas Puskesmas Tampahan merujuk H. Marpaung ke Rumah Sakit Umum Balige.
Namun sebelum sampai di rumah sakit umum Balige, H. Marpaung meninggal dunia.
Rekonstruksi yang berlangsung Kamis 15 Juli 2021 yang dihadiri Kapolsek Balige, AKP Agus Salim bersama jajaran Polsek Balige Kanit Reskrim Polsek Balige IPDA Jefriadi Silaban. Turut hadir juga dari pihak kejaksaan negeri Toba Samosir Jhon purba.
Pengacara Kondang Toba Panahatan Hutajulu (PNH) Turut hadir dalam Rekonstruksi yang digelar di Lapangan Bola voli Polsek Balige. (Edu Antonius Nainggolan)





