TOBA SIBISA, ArmadaNews.id | Warga Sibisa merasa resah akibat maraknya penebangan kayu Pinus di Huta perbatasan Pardamean dan Girsang, serta di Huta Pardembanan Simarata, Desa Pardomuan , Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.
Akhirnya, warga pun meminta aksi pembalakan kayu pinus tersebut dihentikan dan meminta Kapolda Sumut untuk menangkap para mafia illegal loging itu.
Informasi dari warga sekitar bahwa pemain kayu adalah T Sianturi warga Siborong-Borong, Kabupaten Tapanuli Utara, selaku pengusaha, pengawas Lapangan bermarga Hutagaol, dan juga oknum KPH IV diduga ikut terlibat selaku memback up penebangan kayu.
Dan kayu Pinus ditebang dari daerah aliran sungai Naborsahan Girsang. Sedang kayu Pinus ditumpuk di depan pintu masuk Bandara Sibisa tanah milik Boas Manik.
Di lokasi, menurut supir truck Colt diesel BA 9167 IO pelangsir kayu dengan tulisan “DOLOK SIANTURI” di kaca mengatakan , pengusaha kayu Pinus adalah Pak Todo Sianturi warga Siborong-Borong , Kabupaten Tapanuli Utara. Bahkan sopir truck sempat berbicara ” Untuk apa Kalian ambil foto kayu ini Lae,” ucapnya,
Menurut P Sirait warga sekitar, aksi pembalakan kayu sangat menggangu kenyamanan masyarakat. Dimana kayu Pinus diangkut pada malam hari mengunakan truck Colt diesel. Dan dimuat pakai alat berat.
” Kayu Pinus itu dikeluarkan malam hari, dimuat mengunakan alat berat, bahkan para mafia memotong kayu dengan cinsaw pada malam hari, jelas sangat menggangu kenyamanan kami warga di sini, Kami juga berharap agar pihak Kapolda Sumut menangkap para Mafia Kayu, karena kami sangat resah,” pinta P Sirait.
Saat dikonfirmasi Kepala Desa Pardamean Sibisa Kertina Situmeang melalui WhatsApp-nya menjelaskan, bahwa lokasi penebangan kayu Pinus berasal dari Girsang Kabupaten Simalungun.
” Ya,tapi dari Simalungun pak, karena jalan ke luar hanya dari Silopak Dsn 3, kayu yang ditumpuk yang di Samping rumah dari Kec.Girsang Sip.Bolon nya,” tegas Kades,
Sementara, ketika dikonfirmasi Kepala KPH 2 Siantar, Syofiar terkait penebangan kayu mengatakan, akan melakukan pengecekan ke lokasi. Dan penebangan kayu Pinus dari wilayah Toba.
” Terima kasih infonya pak…akan kita cek ke lokasi, Mohon Maaf pak….sudah pernah dilakukan kunjungan lapangan bersama2 dengan pihak KPH II Siantar dan KPH IV Toba, dan hasilnya areal tersebut masuk ke wilayah KPH IV Toba,” jelas Syofiar.(Hery Silalahi)





