TOBA, Armadanews.id | Pasien covid-19 yang viral asal Toba, Salamat Sianipar (45) menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Adam Malik Medan, Minggu (01/08/2021) sekira pukul 16.30 wib.
Kabar duka atas meninggalnya Selamat Sianipar sempat membuat heboh media sosial yang pertamakali diunggah oleh Albert Siagian yang berisi ucapan “Selamat jalan Bapa Uda”.
Unggahan di media sosial Albert Siagian tersebut mengundang kesedihan yang sangat mendalam bagi warga Toba serta netizen yang berkomentar, ada beberapa netizen menyebutkan usut tuntas kasus pemukulan terhadap Salamat Sianipar.
Bermula dari terpapar covid-19 pada bulan yang lalu, Salamat Sianipar isolasi mandiri di Desa Pardomuan, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba yang sangat tidak layak untuk dihuni bagi orang yang terkonfirmasi positif covid 19.
Tempat isolasi yang disiapkan pemerintah desa jauh dari pemukiman, tidak ada aliran listrik penerangan dan tidak ada air.
Tidak betah dengan keadaan tempat yang disediakan kepala desa Pardomuan, akhirnya Salamat Sianipar meninggalkan tempat tersebut dan pergi kerumahnya disekitar desa tersebut.
Warga desa tidak terima dengan keadaan Salamat Sianipar yg berkeluyuran di desa Pardomuan.
Takut menyebarkan virus covid 19 terhadap warga sekitar, warga sempat mengamankan Salamat Sianipar dengan menggunakan kayu, bambu, broti yang sempat viral di media sosial dengan durasi 38 detik yang mengundang perhatian khalayak luas.
Pemerintah Kabupaten Toba mengambil sikap dengan membawa Salamat Sianipar untuk dirawat secara khusus di Rumah sakit umum Porsea.
Selang beberapa hari di RSUD Porsea keadaan Salamat Sianipar semakin memburuk dan dirujuk ke Rumah Sakit Adam Malik Medan.
Terngar kabar duka bahwa Salamat meninggal dunia, Minggu (01/08/2021) pukul 16.30 wib. Dan langsung dibawa ke Kabupaten Toba Kecamatan Silaen Desa Pardomuan untuk dilakukan pemakaman secara protokol kesehatan. ( Edu Antonius Nainggolan)





