TOBA. Armadanews.id | Tiarma boru Sitorus Pane (62) yang dinyatakan hilang misterius sejak Selasa (17/8/2021) dan hingga kini belum berhasil ditemukan.
Titik terang pencarian Tiarma Sitorus Pane warga RT 4, Kelurahan Parsoburan, Kecamatan Habinsaran , Kabupaten Toba ketika Kepala BPBD Toba dr Pontas Batubara menemukan sebuah sarung bermotif batik yang berada di sebuah jembatan di Desa Lumban Rau, Kecamatan Borbor, Kabupaten Toba, pada Sabtu (21/8/2021).
Masyarakat sekitar langsung membentuk kelompok pencarian dan menyisir kawasan sungai Aek Kualu yang dikenal warga angker dan penuh mistis tersebut.
Selanjutnya, Masyarakat Desa Habinsaran bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Toba menjaga aliran sungai Aek Kualu yang berada di Kecamatan Borbor, Nassau, dan Habinsaran.
Salah seorang warga yang dimintai komentarnya mengatakan, Sungai Aek Kualu dikenal angker oleh warga sekitar.
Dikatakan laki-laki yang tak ingin namanya disebutkan itu, beredar kabar bahwa dahulunya lokasi sungai dijadikan tempat pembuangan atau pembunuhan PKI.
“Beberapa orang pernah merasa dari sungai seperti ada yang memanggil-manggil. Makanya sungai ini angker,” sebutnya.
Sementara penjagaan arus sungai dengan melakukan penjaringan dilakukan sejak Sabtu (21/8/2021) hingga Senin (23/8/2021).
“Setelah kita temukan sarung tersebut, kita pastikan dulu ke keluarga. Nah, setelah keluarga mengatakan bahwa sarung itu adalah milik ibu itu, kita langsung bergerak untuk memasang jaring atau net di aliran sungai Aek Kualu yang berada di bawah jembatan tersebut,” ujar Kepala BPBD Toba dr Pontas Batubara saat dikonfirmasi pada Senin (23/8/2021).
Walau delapan hari pencarian, orang hilang bernama Tiarma Sitorus Pane (62) ini belum juga ditemukan. Padahal sejak hari pertama, masyarakat sekitar sudah melakukan pencarian setelah ada petunjuk bahwa lokasi hilangnya Tiarma Sitorus Pane berada di kawasan Sijambur, sebuah ladang dan persawahan masyarakat.
Dalam pencarian, pihaknya menemukan sebuah sarung yang menjadi bukti kuat hilangnya Tiarma Sitorus Pane pergi dari rumahnya pada Selasa (17/8/2021) sekitar pukul 5.00 WIB.
“Keterlibatan Polri tidak ada bersama kami. Dan, TNI juga. Kami hanya bersama-sama masyarakat, aparat kecamatan dan kelurahan mencari yang bersangkutan. Korban dengan nama Tiarma boru Sitorus Pane (62). Kalau dari rumah yang bersangkutan ke jembatan itu sekitar 4 hingga 6 kilometer,” tuturnya.
“Jarak dari jembatan ke ranting, tempat kita menemukan sarung sekitar 6 hingga 10 meter. Kalau jarak dari jembatan ke dasar itu ada 20 hingga 50 meter karena sungai itu sudah terlihat kecil dari atas,” sambungnya.
Dari informasi yang berhasil dihimpun oleh Armadanews.id dari warga sekitar, korban hilang Tiarma Sitrorus Pane masih sempat bercengkerama dengan anaknya pada Selasa (17/8/2021) dinihari sebelum pergi dari rumah pada pukul 4.33 WIB.
Kepergian Tiarma Sitorus Pane dari rumahnya terekam oleh CCTV milik pengusaha bengkel yang berada di samping rumah korban.
Setelah bangun sekitar pukul 08.00 WIB, keluarga memastikan bahwa Tiarma Sitorus Pane dinyatakan hilang dan menghubungi masyarakat sekitar agar segera mencarinya ke daerah yang menjadi kemungkinan tempat persembunyian.
Lima hari pencarian, tak ada tanda-tanda keberadaan korban. Pada hari keenam, Kepala BPBD mengitari sejumlah kawasan dan melihat ada sesuatu yang janggal di bawah sebuah jembatan. Ia melihat sebuah kain, lalu meminta anggotanya mengambil kain tersebut. Ternyata benar, sarung tersebut adalah milik Tiarma Sitorus Pane.
Dengan demikian, Kepala BPBD mengambil alih pencarian. Ia meminta anggota BPBD Toba agar membentangkan jaring di aliran sungai Aek Kualu yang mengalir deras dan melalui sejumlah daerah termasuk Kecamatan Habinsaran, Nassau dan Borbor.
“Hingga saat ini, kita masih melakukan pencarian. Kita juga melibatkan para pencari orang hanyut yang berada di kawasan tersebut yang sudah memiliki pengalaman. Ini kita lakukan agar pencarian dapat berjalan dengan lancar. Kita berharap agar korban hilang segera ditemukan dalam waktu dekat ini,” pungkasnya. (Edu Antonius Nainggolan)





