TOBA, Armadanews.id | Pencarian sopir mobil pick up jenis Grand Max warna putih, Nopol BK 9448 BA Tunggul Siagian (60), warga Desa Paridian, Kecamatan Nassau Kabupaten Toba hingga kini belum membuahkan hasil.
Mobil pick up terjun bebas ke dalam jurang sedalam 100 meter tepatnya jatuh ke aliran sungai Aek Ualuh, pada Jumat (4/2) sekira pukul 15.00 Wib. Hingga kini, Minggu (06/02/2022) pencarian korban belum membuahkan hasil.
Pantauan, selain Tim BPBD, Basarnas, TNI/Polri terus berupaya melakukan pencarian bagi korban jatuhnya satu unit mobil pick up jenis Grand Max.
Sekretaris Kecamatan Nassau, Lamhot Pane dalam keterangannya, Minggu (6/02/2022) mengatakan, korban Tunggul Siagian sehari-hari bekerja sebagai petani.
Dikatakannya, iformasi yang dihimpun himpun bahwa korban berangkat dari dusun Lumban Binasa menuju Dusun Sibaning Desa Lumban Rau Timur karena ada yang mau dijemput.
“Tidak ada yang mengetahui pasti jam berapa kejadian, namun diperkirakan korban jatuh sekira pukul 15.00 Wib dan saat itu belum turun hujan,” sebutnya.
Pada pencarian yang dilakukan Basarnas di hari pertama dan kedua nihil. Tim Basarnas mengalami kesulitan karena kondisi jurang yang dalam, sempit, berbatu dan licin. Aliran sungai yang sangat deras juga memicu sulit ya dilakukan pencarian.
Dari titik awal hari pertama pencarian, Basarnas bergerak 20 meter ke arah hilir. Di hari ketiga, di titik ini menjadi ketiga kalinya Tim Basarnas turun.
“Pencarian pada hari ketiga mulai menunjukkan adanya tanda-tanda benda yang diduga bagian dari mobil tersebut. Kita masih menunggu keterangan lebih lanjut saat akan dilakukan penarikan tim dari bawah jurang,” imbuhnya.
“Sisi sebelah jalan tebing sedangkan sisi lainnya jurang sedalam 100 meter. Jalan ini sangat berbahaya bagi pengguna jalan karena tidak dilengkapi pembatas jalan (guadrail), yang seharusnya ada untuk mengamankan pengguna jalan yang melintas. Panjang jalan rawan diperkirakan 2 Kilometer,” jelas Lamhot.
Lamhot berharap kecelakaa yang menimpa Tunggul Siagian menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan meminta dinas terkait agar segera memasang guadrail di sepanjang jalan tersebut. (Edu Antonius)





