TOBA, Armadanews.id | Pencarian selama lima hari mobil pick up jenis Grand Max warna putih, nopol BK 9448 BA yang terjun ke jurang pada Jumat (4/2) akhirnya membuahkan hasil.
Sopir mobil pick up jenis Grand Max, Tunggul Siagian (60) warga Desa Lumban Rau Timur, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba ditemukan tak bernyawa dan tersangkut di bebatuan sungai Aek Ualuh Selasa (8/2/2022).
Seorang anggota Basarnas Danau Toba Parapat, Herlan mengutarakan bahwa pihaknya bersama masyarakat menuruni jurang dan mengarungi sungai guna mencari jasad korban pada titik yang diduga menjadi lokasi.
“Prosesnya tadi pagi itu, kita turun bersama warga, kita mencari sejauh 100 meter dari lokasi awal di pinggir sungai,” ujar Herlan saat dikonfirmasi awak media pada Selasa (8/2/2022).
Dari titik awal pencarian, sekitar 100 meter mengikuti arus sungai, pihaknya menyusuri dengan berbagai cara. Dan, terlihat ada tanda-tanda bahwa jasad korban tersangkut pada sebuah batu yang berada di tengah sungai Aek Ualuh yang dikenal deras.
“Warga tersebut bernama Gunung Siagian. Selanjutnya, setelah turun kita belum menemukan tanda-tanda. Setelah kita turun lagi ke titik selanjutnya agak ke bawah,” sambungnya.

Setelah memastikan bahwa jasad yang terapung adalah jasad Tunggul Siagian, pihaknya langsung persiapkan peralatan evakuasi.
“Sebelum kita menyusuri arus sungai, secara visual kita sudah melihat yang kita duga korban tersangkut di batuan pada aliran sungai,” terangnya.
“Ia tersangkut di tengah-tengah sungai di batu. Jadi, setelah kita melihat secara visual bahwa sudah A1. Lalu, kita persiapan peralatan,” lanjutnya.
“Kita persiapan peralatan dan persiapan proses evakuasi,” pungkasnya.
Selanjutnya setelah melalui Medan yang cukup sulit, jasad Tunggul Siagian akhirnya bisa dievakuasi.
Pantauan, jasad Tunggul Siagian saat ditemukan sudah dalam kondisi membusuk dan langsung dibawa pihak Basarnas.
Sebelumnya, Mobil pick up terjun bebas ke dalam jurang sedalam 100 meter tepatnya jatuh ke aliran sungai Aek Ualuh, pada Jumat (4/2) sekira pukul 15.00 Wib. Hingga kini, Minggu (06/02/2022) pencarian korban belum membuahkan hasil.
Informasi dihimpun, Tunggul Siagian sehari-hari bekerja sebagai petani berangkat dari dusun Lumban Binasa menuju Dusun Sibaning Desa Lumban Rau Timur karena ada yang mau dijemput.
(Edu Antonius Nainggolan)





