LUMBANJULU, ARMADANEWS.ID | Hujan deras mengguyur daerah Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Membuat debit air Sungai Pokahan Desa Janga Dolok, Kecamatan Lumbanjulu meluap hinga ke rumah warga, Sabtu (27/08/2022) malam.
Akibatnya, satu unit rumah milik Ernita Manurung diterjang arus sungai hinga rusak berat . Dan puluhan rumah warga lainya mengalami banjir.

“Tadi malam Sabtu (27/8-2022) sekitar pukul 21.00 Wib, hujan deras turun hinga jam 2.00 wib, di i hari, tiba-tiba air sungai pokahan meluap lalu menerjang 1 unit rumah warga lainnya ikut terendam banjir,” ungkap A Sirait warga sekitar di lokasi, Minggu (28/08/2022).
Menurut Sirait, pada Senin (15/8-2022) kemari, sungai Pokahan Desa Jangga Dolok juga pernah meluap akibat curah hujan cukup tinggi.
“Kejadian pertama tanggal 15 kemarin, hinga debit air meluap sampai ke Jalinsum, rumah warga juga ikut terendam banjir Waktu itu, bahkan dari Pemerintah Toba sudah melakukan pengorekan Baluran sungai mengunakan alat berat, akan tetapi pengerjaan operator alat berat sepertinya tidak profesional, hinga terjadi banjir lagi saat ini,” kata A Sirait dengan nada kesal.
Camat Lumbanjulu Herita Simajuntak menyampaikan , awal pertama banjir bandang terjadi tanggal 15 Agustus 2022, menyusul banjir kedua Sabtu 27 Agustus 2022. Akibat guyuran hujan cukup deras pada malam hari. Dalam bencana banjir tersebut 1 unit rumah rusak berat dan puluhan rumah warga lain mengalami banjir. Dan telah dilakukan Normalisasi sungai.

” Kebetulan Sabtu malam, Kecamatan Lumbanjulu sekitarnya hujan cukup deras, jadi air sungai meluap kemudian menerjang satu unit rumah warga, begitu terjadi banjir , pihak kita langsung turun ke lokasi dan melaporkan kejadian banjir ke pimpinan(Bupati), kita juga sudah instruksikan kepada setiap aparat Desa mau pun warga supaya siaga satu , sekaligus membersihkan puing-puing kayu di bantaran sungai,” ucapnya,
Camat juga menjelaskan, Mengigat sungai Pokahan melintasi tiga Desa, yaitu Desa Jangga Dolok, Jangga Toruan dan Desa Sibaruang. Diminta Pemerintah Sumatera Utara melalui Balai Sungai memperhatikan perbaikan pinggiran sungai.
” Kami harap Balai Sungai Sumatera Utara supaya memperhatikan penembokan pinggiran sungai, sebab imbasnya pertanian warga ikut tertutup material batu yang terbawa arus sungai, dan warga disini tetap bergotong royong membersihkan bekas bangunan yang diterjang air sungai, ” terang Camat.

Amatan ArmadaNews Id di lokasi, Satu unit rumah rusak berat akibat diterjang air sungai. Selain material batu, juga kayu bulat yang sudah busuk ikut terbawa arus sungai hinga ke pemukiman warga sekitar.
Dan akibat banjir bandang tersebut, kondisi arus lalu lintas disepanjang Jalan Lintas Sumatera dari arah Parapat-Porsea , begitu juga sebaliknya sempat mengalami kemacetan lebih kurang 20 Kilo meter. Akhirnya petugas kepolisian dibantu anggota TNI terpaksa melakukan buka tutup jalur hinga arus kendaraan dapat lancar. (Hery)





