SIANTAR – Pengurus Yayasan Universitas HKBP Nommensen menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sivitas akademika Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, di Aula Nommensen Jalan Sangnaualuh, Kota Pematangsiantar, Selasa (12/5/2026).
Ketua Yayasan Universitas HKBP Pematangsiantar, Efendi MS Simbolon bersama pengurus yayasan dan pengawas yayasan memberikan kesempatan bagi seluruh mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi atau saran terkait peningkatan mutu pendidikan di universitas tersebut.
Rektor Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Prof. Muktar B. Panjaitan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran Ketua Yayasan bersama jajaran pengurus merupakan bentuk komitmen nyata dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di lingkungan kampus.
“Kami meyakini kedatangan Ketua Yayasan ke Nommensen merupakan bentuk komitmen nyata untuk meningkatkan kualitas dunia pendidikan, khususnya di Universitas HKBP Nommensen,” sebutnya.
RDP tersebut diharapkan akan melahirkan berbagai gagasan produktif yang mampu menjawab kebutuhan akademik maupun pengembangan fasilitas kampus ke depan.

Dalam sesi penyampaian aspirasi, sejumlah mahasiswa dari berbagai program studi menyampaikan berbagai aspirasi, terutama terkait keterbatasan sarana praktik laboratorium.
Salah seorang mahasiswa Fakultas Teknik Mesin, Simamora menyoroti fasilitas laboratorium yang kurang memadai.
Hal senada juga disampaikan Dewi Sari, mahasiswa Program Studi Matematika, yang menilai laboratorium menjadi kebutuhan mendesak untuk menunjang proses belajar.
Menanggapinya, Ketua Yayasan Effendi Simbolon menyatakan pihak yayasan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk pembenahan fasilitas laboratorium pada tahun 2026.
Anggaran tersebut ditargetkan mulai direalisasikan paling lambat September 2026, sementara pengembangan fasilitas kampus secara menyeluruh membutuhkan anggaran Rp5 miliar dan akan dilakukan secara bertahap pada tahun berikutnya.
Dikatakannya, bahwa pertahun ini pihaknya jemput bola mengambil inisiatif memperbaiki sarana dan prasarana terbatas. “Musrenbang sudah dilakukan dengan rektor. Bulan Juni akan dimulai rapat kerja dan akan digodok anggarannya. Kami tidak toleran terhadap KKN. Kita akan berupaya mengelola anggaran dengan good government dan transparan,” sebutnya. (ds)











